Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowledge. Tampilkan semua postingan

Desember 26, 2012

Perbaiki cintamu sebelum kamu di peralat cinta



Keluarga bahagia adalah keluarga yang bisa menyelesaikan persoalan, bukan berarti bahagia tak ada persoalan di dalamnya. Tapi kebahagian itu di hasilkan karena bisa menyelesaikan persoalan yang ada.
Tak selalu masalah besar seperti perselingkuhan yang bisa menjadi perusak hubungan. Hal-hal kecil pun, yang dilakukan tanpa Anda sadari, bisa mengganggu keharmomisan. Tapi, tenang Anda bisa memperbaikinya.

Tak Puas dengan Bentuk Tubuh
Mengapa jadi masalah? Ketidakpuasan Anda pada tubuh tidak hanya memengaruhi mood, tapi juga mengganggu hubungan Anda dengan si dia. Anda berubah jadi sensi. Ucapan si dia yang bermaksud memuji, misalnya dengan mengatakan, "Mau kurus atau gemuk, kamu tetap terlihat cantik kok," malah Anda tanggapi dengan nada jengkel, "Jadi maksud kamu, aku gemuk?"
Maksud baik dia jelas tidak sampai pada Anda. Hal seperti ini jika dibiarkar berlarut akan menjadi masalah di kemudian hari. Menurut pakar hubungan, dr.Alice Pisciotto, perasaan malu terhadap tubuh bisa menurunkan gairah Anda dan pasangan. Karena, saat Anda merasa tak nyaman pada diri sendiri, Anda cenderung tak peduli pada hal lainnya dan inilah yang akan merusak makna kedekatan Anda dengan pasangan.

Yuk, perbaiki: Cobalah menerima bentuk tubuh Anda, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu Anda tak lagi berpikir negatif, saat si dia mengatakan bahwa Anda cantik ataupun ketika ia mengajak Anda fitness bersama. Selain itu, bersikaplah lebih terbuka, jika Anda tak nyaman dengan ucapannya. Dan yang terpenting, jangan pernah katakan pada diri sendiri, bahwa Anda gemuk, karena ini akan selalu membuat Anda merasa gemuk.

Marah di Waktu yang Salah
Mengapa jadi masalah? Komunikasi memang menjadi salah satu kunci terpenting dalam sebuah hubungan. Meskipun begitu, komunikasi juga sebaiknya dilakukan di tempat dan waktu yang tepat. Terutama bila ingin membicarakan suatu masalah serius. Menghujaninya dengan berbagai pertanyaan menyudutkan saat berada di depan umum bukanlah cara yang tepat.

Yuk, perbaiki : Tahan emosi Anda saat sedang berada di tengah acara. Tunggulah hingga tiba di rumah atau tempat lain yang lebih nyaman. Jika Anda ingin membicarakan sesuatu padanya, buatlah janji terlebih dahulu. Karena, pembicaraan yang mendadak akan membuatnya merasa terintimidasi. Hindari menyelesaikan masalah melalui SMS atau e-mail.

Rajin Mengeluh
Mengapa jadi masalah? Kadang tanpa sadar kita sering mengeluh tentang dirinya. Dari mulai kebiasaan makannya yang enggak manner, hingga kesibukannya yang membuat Anda dan pasangan sulit bertemu. Meskipun Anda melakukannya sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pasangan, tetapi keluh kesah Anda akan membuatnya merasa berada di tengah musuh yang selalu menyerang dengan mencari kekurangannya. Dan ini bisa membuatnya menjauh dari Anda, karena merasa tak nyaman.

Yuk, perbaiki : Sesekali mengeluh padanya, karena sikap cueknya pada Anda, sah-sah saja. Tapi usahakan, Anda tak sekadar mengeluh. Sampaikan apa yang Anda inginkan darinya. lni akan membuatnya mengerti apa yang Anda harapkan darinya. Anda tak perlu mengeluhkan setiap perilakunya, karena bisa membuatnya merasa tak cukup baik untuk bersama Anda. Lagipula, kalau si dia bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan Anda, mengapa Anda tidak bisa menerima kelebihan dan kekurangan dirinya?
Balas Dendam
Mengapa jadi masalah? Pernahkah Anda membalas setiap hal yang Anda peroleh dari pasangan. Misalnya saja, saat ia minta ditemani nonton DVD di rumah, Anda langsung menolaknya, karena seminggu yang lalu si dia tak bisa menemani Anda ke acara ulang tahun teman. Anda boleh melakukan ini sekali-sekali, tapi bila terlalu sering hubungan menjadi tak sehat.

Yuk, perbaiki : Sebuah hubungan bisa dikatakan sehat bila Anda dan pasangan bisa saling memberi dan menerima dengan seimbang. Tapi ini tak berarti Anda harus selalu balas dendam padanya. Sikap Anda yang seperti ini justru akan membuat Anda terlihat kekanak-kanakan.Toh, saat ia menolak ajakan Anda, tak berarti ia sengaja melakukannya. Bila ia telah memberi alasan yang jelas, sebaiknya lupakan kekesalan Anda.

Dibayangi Masa Lalu
Mengapa jadi masalah? Anda selalu punya ketakutan pasangan Anda akan melakukan kesalahan yang sama seperti mantan. Misalnya, bila dulu mantan kekasih Anda pernah selingkuh dengan personal trainer-nya di gym, maka kini Anda akan berusaha mencegah pasangan pergi ke gym. Maksud Anda mungkin agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Tapi sayangnya, Anda membuat peraturan tanpa mempertimbangkan perasaan pasangan.
Selesaikan masalah anda di tempatnya, persoalan akan datang bertambah bila penyelesaianya tidak tepat.

Sadarilah cinta



Cinta itu memang indah, tapi di dalam keindahan itu menyimpan banyak misteri yang terkandung. Lamanya waktu pacaran bukan jaminan si dia adalah orang yang tepat untuk dijadikan partner seumur hidup. Ini saatnya meneliti, apakah si dia memang jodoh Anda. Bila tanda-tanda ini banyak Anda rasakan, barangkali Anda dan dia memang hanya cocok sebagai teman.

1. Yang diingat hanya hal buruk
Bukannya membayangkan hal romantis bersama si dia, Anda justru betesetiap kali ingat kekasih. Di mata Anda, sikapnya selalu terlihat menjengkelkan.

2. Tak ada kejujuran
Tanpa disadari Anda sering melakukan kebohongan-kebohongan kecil. Saat si dia mengajak nonton, Anda lebih suka berkumpul dengan teman-teman dan mengaku sakit pada kekasih. Anda juga mulai pintar mencari alasan untuk menyudahi obrolan di telepon dengannya.

3. Cinta jalan di tempat
Anda selalu menghindar bila kekasih mulai membicarakan soal masa depan. Anda juga tak bisa membedakan apakah belum siap atau memang merasa tak cocok dengannya sehingga masih belum yakin akan mengakhiri hubungan di pelaminan dengannya.

4. Kangen? enggak pernah
Saat Anda sedang tak bersamanya, kekasih tak pernah ada dalam pikiran Anda. Bahkan, tak ada rasa rindu yang membuat Anda ingin menghubunginya.

5. Kurang memenuhi kriteria idaman
Memang tak ada mahluk yang sempurna, tapi entah mengapa Anda kurang pede untuk mengenalkan kekasih kepada keluarga atau teman-teman Anda. Keengganan tersebut bisa karena perbedaan keyakinan, penampilan, atau penghasilan.

6. Tak ada getaran
Anda tak terkesan dengan usahanya meski si dia menghujani Anda dengan segepok perhatian dan royal memberi hadiah manis.

7. Tak cemburu
Anda tak pernah cemburu saat kekasih pergi dengan teman wanitanya atau asyik ngobrol di telepon dengan seseorang yang Anda tahu adalah wanita.

8. Anda tertarik pria lain
Anda baru berkenalan dengan seorang pria dan entah mengapa Anda merasa cocok bersamanya dan berharap pria tersebut masih single.

9. Tak bergairah
Anda selalu menghindari bermesraan dengannya, jangankan dicium, jalan sambil bergandengan pun Anda malas. Makin lama, keinginan untuk berdekatan dengannya pun pupus.

10. Drama queen
Hubungan yang datar, tanpa konflik bisa membuat bosan. Hal inilah yang sekarang Anda rasakan. Akibatnya Anda jadi gampang uring-uringan dan sering mencari-cari masalah untuk diributkan.

Peliharalah cinta yang masih anda miliki

Bekerjalah pada waktunya dan istirahatlah



Bekerja adalah kegiatan kita dalam mencari penghidupan, tapi menjalaninya tidak semudah apa yang di jelaskan oleh para guru-guru kita. Karena pikiran tidak bisa di bohongi. Sedikit artikel yang mungkin mau anda baca ini bisa memberikan gambaran supaya anda bisa tenang dan enak dalam anda melakukan pekerjaan anda.

Berapa kali Anda mengalami pikiran Anda buntu? Tak punya ide atau penyelesaian untuk satu persoalan? Kata ahli, ini bukan soal usia semata, melainkan juga soal bagaimana kita selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja otak kita. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya?

1. WAKTU YANG TEPAT
Sebagian orang yang lebih tua merasa pagi hari adalah saat yang paling enak untuk berpikir. Sementara pada orang yang lebih muda, sore hari justru menjadi saat tepat untuk berkreasi. Coba cermati, kapan Anda merasa bisa berpikir lebih jernih, dan selesaikan pekerjaan yang butuh pemikiran di waktu-waktu tersebut.

2. TERUS BELAJAR
Belajar terbukti berdampak positif terhadap kreativitas. Coba Anda ingat, saat sekolah dulu tentu Anda bisa lebih cepat menjawab soal matematika ketimbang saat sekarang, bukan? Usia memang ikut berpengaruh, tetapi proses belajar, dalam bentuk apa saja, terbukti juga berpengaruh terhadap kinerja otak. Jadi, jangan malas untuk selalu mempelajari hal-hal baru.

3. TULISKAN SEMUA HAL
Dengan menulis, Anda akan selalu terpacu untuk membacanya, sehingga ingatan pun lama-lama akan menyimpannya dalam otak. Ingat, tinta yang paling jelek pasti jauh lebih awet ketimbang ingatan yang terkuat sekalipun.

4. SELALU PRAKTIKKAN
Peribahasa lama mengajarkan, pisau yang tak diasah pasti akan cepat tumpul. Begitu pula otak kita. Apa artinya punya keterampilan baru jika kita tak pernah mempraktikannya? Jadi, teruslah mencoba mempraktikkan kemampuan Anda, karena itu akan membuat otak mengorganisasikan diri untuk selalu bekerja.

5. PENTINGNYA KONSENTRASI
Apakah Anda sering lupa nama seseorang, padahal Anda baru saja berkenalan dengannya di suatu seminar? Atau, pernahkah Anda tak tahu apa isi sebuah buku, padahal Anda baru saja membacanya beberapa menit lalu? Persoalannya bukan memori Anda yang salah, melainkan Anda tidak berkonsentrasi. Jadi, cobalah berkonsentrasi untuk semua hal.
Semoga pekerjaan anda menjadi yang terbaik buat anda.

Buatlah ambisi untuk meraih mimpi



Manusia butuh ambisi untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Ambisi mempengaruhi sikap mental positif pada diri seseorang. Pada dasarnya, ambisi memang bagus, selama dapat dikendalikan dengan baik. Jika tidak, Anda akan menjadi seorang yang ambisius.

Patut dicatat, ambisius memiliki arti berbeda dengan ambisi. Umumnya, mereka yang ambisius memiliki minat dan keinginan yang menggebu-gebu pada suatu bidang. Dan biasanya mereka berperilaku egois dan menghalalkan segala cara demi mencapai keinginannya. Lalu bagaimana cara menumbuhkan sekaligus mengendalikan ambisi?

A. Miliki tujuan yang jelas, dan mengaculah pada tujuan tersebut dengan kemauan yang tinggi.

B. Tentukan kapan Anda dapat bekerja untuk merealisasikan tujuan Anda. Kemudian bertindaklah dengan penuh optimisme dan singkirkan sikap pesimisme.

C.Jika gagal, pelajari penyebabnya. Jangan mengubah tujuan hanya karena gagal.

D. Bekerja samalah dengan orang-orang yang dapat membantu Anda. Jangan meluangkan waktu tanpa berbuat sesuatu.

E. Eksploitasi gagasan Anda untuk merumuskan tujuan yang jelas. Dalam hal ini, sugesti dalam diri juga memberi kekuatan yang luar biasa dalam menumbuhkan ambisi.

F. Selalu berpikir positif. Ambisi yang positif menjauhkan Anda dari rasa takut, iri hati, ragu-ragu, dendam, dan benci.
Jagalah ambisimu supaya tidak salah sasaran.
PesantrengaulDuniaPengetahuanPantes PromosiIndo Keris GallerySFI Post BlogIndo Permata GalleryIndo Auto Backlinkfreebanner4uIndo Link ExchangeKedatom TubansatriopiningitPantes BakerySERBA SERBIProlingkungan Link ExchangeIndo Keriskatamutiara4uBisnis Pantesbloggratiss4uBonsai TubansangrajamayaTuban BonsaiWARGA BISNISInvestasi TubanbertaubatlahTuban Bumi Walifreebacklinks4uTuban_BatikiklanwargaTuban Dalam AngkasurgalokaPDRB TubansehatwalafiahSLHD_TubaniklansahabatTuban Dalam GambarSERIBU KAWANiklanseribuiniinfo4useribusayangSENI LUKISTEMPLATE GRATISAGUS FAUZY4905GOBLOGANEKA VIDEOFECEBLOG 4UIsurgawebbabulfatahbacklinkgratis4uBUSANA MUSLIMseribukatamutiaraText Backlink ExchangesmajelisrasulullahSERIBU KAWANText Backlink ExchangeSistema Enlaces Reciprocosbedava - Free Backlink - www.linkdevi.combedava - Free Backlink - www.v8link.com
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 Erapengetahuan. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top